SEKILAS INFO
: - Selasa, 10-12-2019
  • 2 bulan yang lalu / Acara Sosialisasi Mahasiswa Tugas Akhir, Sabtu tanggal 28 September 2019 pukul 13.00 – selesai
  • 2 bulan yang lalu / Perubahan KRS semester Ganjil Tahun Ajaran 2019/2020 sampai tanggal 28 September 2019 pukul 23.59
Teknik Daur Ulang Limbah Dan Teknologi Tepat Guna di Pariaman

Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang melaksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat tentang Alat Teknologi Lingkungan Tepat Guna (TLTG) berupa Mesin Pencacah Sampah yang dilaksanakan pada tanggal 25 November 2018 mulai pukul 08:00-16:30 WIB. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan, Dosen STTIND Padang dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Pariaman. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di lakukan di Tugu Asean Pantai Gondoriah Pariaman.

Perjalanan menuju lokasi pengabdian masyarakat menggunakan alat trasportasi darat berupa Kereta Api dari Padang-Pariaman. Titik kumpul peserta kegiatan di Stasiun Ketera Api Tabing, Peserta yang berasal dari Kota Padang terdiri dari Mahasiswa Teknik Lingkungan dan Dosen STTIND Padang. Waktu keberangkatan Kereta Api Stasiun Tabing Padang – Stasiun Pantai Gonoriah Pariaman pukul 06:30-08:00 WIB. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari 2 tim yaitu tim kegiatan acara dan tim kegiatan pengabdian masyarakat. Tim kegiatan acara terdiri panitia pelaksana kegiatan sedangkan tim pengabdian masyarakat terdiri dari peserta Mahasiswa Teknik Lingkungan, Dosen STTIND, dan Anggota LPM Pariaman.

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi Daur Ulang Sampah, Perkenalan Alat TLTG berupa Mesin Pencacah Sampah kepada masyarakat Pantai Gondoriah dan melakukan aksi bersih pantai di sepanjang Tugu Asean Pantai Gondoriah Pariaman. Kegitan pengabdian masyarakat di awali dengan kata sambuan dari  Ketua LPM Bapak Solfiluar kemudian dilanjutkan aksi bersih sampah di sepanjang Tugu Asean Pantai Gandoriah Kota Pariaman. Sebelum dilakukan aksi bersih sampah, peserta kegiatan dibagi menjadi 10 kelompok dimana 1 kelompok terdiri dari 3 orang dengan memegang 1 buah karung. Jenis sampah yang ditemukan sepanjang Tugu Asean Pantai Gondoriah Kota Pariaman terdiri dari sampah kayu, ranting, plastik, botol plastik dan botol kaleng.

WhatsApp Image 2019-02-07 at 15.23.53

           Setelah dilakukan aksi bersih sampah, dilanjutkan dengan Sosialisasi Daur Ulang Sampah dan Pengenalan Alat TLTG Mesin Pencacah sampah kepada masyarakat Pantai Gondorian Kota Pariaman. Sosialisasi tentang Daur Ulang Sampah berupa perkenalan sampah, dampak sampah bagi lingkungan, jenis sampah berdasarkan komponen dan  komposisi, manfaat sampah daur ulang serta diikuti aksi pilah sampah oleh peserta kegiatan pengabdian masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Alat TLTG Mesin Pencacah Sampah serta penerapan langsung Alat TLTG Mesin Pencacah Sampah yang di pimpin oleh Dosen TLTG Bapak Hendri Sawir ST,M.Si. Sampah yang sudah dipilah berdasarkan jenis dan komposisinya dicacah menggunakan Alat TLTG Mesin Pencacah Sampah. Sampah organik hasil cacahan dapat digunakan untuk Briket, Kompos dan Pupuk Cair, sedangkan sampah anorganik hasil cacahan dapat dijadikan sebagai bijih plastik. Tujuan dari pencacahan plastik sendiri yaitu untuk merubah ukuran sampah agar mudah di daur ulang.

Sembari menunggu selesai acara sosialisasi, tim panitia acara memasak makanan untuk makan siang, menu makan siang berupa tumis sayuran, ikan bakar dan ayam bakar. Kompor yang digunakan untuk memasak berupa Kompor Briket dengan bahan bakar briket tempurung kelapa yang merupakan salah satu bentuk karya TLTG buatan mahasiswa program studi teknik lingkungan yang dibimbing oleh Bapak Hendri Sawir, ST,M.,Si. setelah kegiatan sosialisasi selesai dilanjutkan dengan makan siang bersama. Penutupan acara kegiatan pengabdian masyarakat di tutup dengan penyerahan cinderamata kepada Ketua LPM Bapak Solfiluar, sepatah kata dari ketua pelaksana kegiatan dan foto bersama.

WhatsApp Image 2019-02-07 at 15.24.04

Pada saat perjalanan pulang dari Kota Pariaman menuju Kota Padang, Mahasiswa Teknik Lingkungan beserta Dosen STTIND Padang berencana menggunakan Kereta Api. Akan tetapi waktu pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat bertepatan dengan hari libur, sehingga tiket Kereta Api habis, dan pada akhirnya Mahasiswa Teknik Lingkungan beserta Dosen pulang menggunakan Bus Pariwisata dari Kota Pariaman menuju Kota Padang.

TINGGALKAN KOMENTAR